Senin, 22 Juni 2009

Tips Memilih Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan sangat dibutuhkan terutama untuk wiraswastawan dan pekerja informal yang tidak memiliki jaminan kesehatan dari suatu perusahaan atau instansi pemerintahan.

Seorang wiraswastawan kalau sampai sakit atau cacat karena kecelakaan akan mengalami banyak kerugian keuangan/finansial karena harus menanggung biaya pengobatan dan tidak bisa bekerja mencari nafkah. Lain halnya jika seseorang bekerja di suatu perusahaan atau jadi pegawai negeri, mereka biasanya mendapatkan jaminan kesehatan yang akan menanggung biaya jika sakit dan gaji bulanan tetap dibayarkan. (Tapi tidak semua perusahaan menyediakan jaminan kesehatan yang layak, lho)

Sebelum menentukan Produk Asuransi apa, dari perusahaan asuransi mana sangat disarankan untuk membandingkan berbagai produk, type produk dari beberapa perusahaan asuransi. Jangan terburu-buru untuk membeli produk asuransi tanpa memahami dengan sejelas-jelasnya hak dan kewajiban jika ikut suatu produk asuransi.


Beberapa tips untuk memilih produk asuransi :

Satu ; Tentukan manfaat perlindungan apa saja yang dibutuhkan.

Dua ; Cari informasi produk-produk asuransi sesuai kebutuhan dengan mengumpulkan brosur dari berbagai perusahaan atau mencari informasi di website perusahaan-perusahaan asuransi.

Tiga ; Tanyakan kepada agen secara lebih detail tentang produk-produk tersebut secara menyeluruh sampai detail perhitungan alokasi dana yang dibayarkan untuk apa saja.

Empat ; Jangan terlalu percaya dengan apa yang dikatakan agen asuransi, karena mereka belum tentu paham betul dengan produk yang mereka tawarkan.

Lima ; Mintalah dibuatkan/dicetakkan ilustrasi manfaat produk asuransi, premi yang harus dibayarkan dan pengalokasian premi yang dibayarkan itu ke mana saja.

Enam ; Pelajari isi ilustrasi di rumah dengan santai dan seksama, jangan buru-buru membuat kesimpulan, tanyakan kepada yang lebih tahu jika ada yang belum jelas.

Tujuh ; Bandingkan produk-produk dari berbagai perusahaan asuransi, yang mana yang memberikan manfaat paling besar dengan premi yang paling terjangkau, namun cari tahu juga info perusahaan tersebut apakah bonafid atau tidak.

Delapan ; Jangan hanya berpatokan pada penghargaan asuransi terbaik dari suatu majalah, tetapi perlu benar-benar tahu cara perhitungan biaya asuransi.

Sembilan ; Tentukan produk asuransi pilihan setelah semuanya benar-benar dipahami.

Sepuluh ; Setelah menentukan dan memutuskan membeli suatu produk asuransi nasabah akan menerima polis asuransi yang berisi perjanjian yang mengikat antara nasabah dan perusahaan asuransi, pelajarilah lagi isi polis, biasanya nasabah diberi waktu 14 hari kerja atau 15 hari kalender kesempatan untuk membatalkan polis itu.

Senin, 01 Juni 2009

Analisis Kasus Tender Askes Pemkot Batam 2007

Heboh yang mewarnai berita koran lokal di Batam di akhir Juli 2007 berangkat dari pengadaan tender asuransi kesehatan pegawai Pemko Batam senilai Rp 31,8 Milyard yang menuai pro-kontra, baik dari kalangan DPRD maupun masyarakat Batam secara umum. Kasus ini menyita perhatian banyak kalangan mengingat jumlah nilai anggaran asuransi yang boleh dibilang cukup fantastis untuk kategori belanja asuransi kesehatan di suatu instansi pemerintah. Terlepas dari ada tidaknya unsur politis dalam kasus tersebut, kita akan coba bahas dari segi teknikal asuransi.

Sebagaimana dilansir di media lokal, Koordinator Panitia Anggaran DPRD Kota Batam menyatakan bahwa tender asuransi tersebut tidak dapat dibatalkan secara sepihak (dalam hal ini oleh Pemko Batam) karena pelaksanaan tender sudah selesai dan sudah didapatkan pemenangnya (yaitu sebuah perusahaan asuransi jiwa nasional), meski belum ditandatangani dan dibayarkan oleh walikota. Namun beberapa anggota dewan lain justru menyatakan bahwa tender tersebut dapat saja dibatalkan oleh walikota mengingat bahwa perjanjian asuransi belum ditandatangani walikota dan premi pun belum dibayarkan. Sedangkan jangka waktu periode asuransi tinggal efektif tersisa 5 (lima) bulan (Agustus 2007 ke Desember 2007).

Dalam konsep perjanjian asuransi dikenal prinsip bilateral contract dan unilateral contract. Suatu perjanjian dikatakan sebagai bilateral contract apabila kedua belah pihak menurut hukum dapat dipaksa untuk memenuhi apa yang telah mereka sepakati bersama. Sedangkan unilateral contract hanya membutuhkan satu pihak saja untuk dipaksa mematuhi perjanjian.

Sebuah perjanjian asuransi jiwa adalah suatu perjanjian unilateral di mana penanggung memberikan janji akan memberikan jaminan kepada tertanggung sebagai timbal-balik atas pembayaran premi. Sementara di pihak lain, tertanggung tidak memiliki janji untuk membayar premi, bahkan sebaliknya, tertanggung dapat saja membatalkan pertanggungan. Konsekuensinya, penanggung pun tidak akan melaksanakan janjinya. Dengan demikian pihak yang harus pertama kali mematuhi janji adalah penanggung sebagai cermin dari berlakunya prinsip unilateral contract.

Di sisi lain, dalam setiap perjanjian asuransi pasti selalu terdapat klausul khusus yang mengatur pembatalan polis. Jika pun asuransi kesehatan tersebut sudah berjalan dan sudah dibayarkan oleh Pemko Batam maka mereka memiliki hak untuk melakukan pembatalan polis di tengah pertanggungan. Biasanya, premi untuk jangka waktu yang belum dijalani akan dikembalikan (baik melalui perhitungan pro-rata maupun short-period) kepada tertanggung.

Hal lain yang menjadi dasar menguatnya dukungan untuk mendesak Walikota Batam agar membatalkan asuransi tersebut adalah adanya double insurance dengan asuransi kesehatan yang sudah ada (dalam hal ini PT.Askes). Secara teoritis, asuransi kesehatan bukan tergolong jenis polis santunan (benefit policy) kecuali untuk risiko meninggal dunia - sehingga tidak boleh terjadi double insurance (pertanggungan rangkap). Apabila terdapat klaim berobat, peserta asuransi tidak bisa mengajukan kepada dua penanggung sekaligus karena ia akan mendapatkan keuntungan penggantian dari dua sumber dari satu peristiwa sakit atau kecelakaan. Inilah yang disebut sebagai prinsip indemnity yaitu mengganti kerugian sesuai dengan tingkat kerugian yang sebenarnya. Dengan adanya dua asuransi, maka layanan tersebut menjadi tidak efisien. Premi harus dibayar lebih sementara ganti rugi hanya boleh dilakukan pada satu penanggung saja. Yang memungkinkan adalah jika terdapat kelebihan tagihan pada asuransi pertama, maka selisihnya dapat ditanggung pada asuransi kedua.

Ketentuan tentang pertanggungan rangkap atau double insurance juga berlaku pada asuransi kecelakaan diri (personal accident insurance) di mana apabila terdapat polis lain yang bersifat wajib (misalnya JAMSOSTEK) maka polis lain hanya akan memberikan penggantian setelah polis yang bersifat wajib tersebut memberikan penggantian terlebih dahulu, yang besarnya dihitung dari selisih biaya perawatan sesungguhnya dengan biaya yang diganti pada polis yang bersifat wajib tersebut (lihat Pasal 15 PSAKDI 2007). Kesimpulannya, dari aspek teknik asuransi, pihak Pemko Batam bisa saja melakukan membatalkan proses tender dengan alasan bahwa perjanjian asuransi menganut prinsip unilateral contract. Di sisi lain, yang bertanda tangan dalam dokumen polis pada dasarnya hanya penanggung (sebagai konsekuensi jaminan penanggung atas kesediaan tertanggung membayar premi). Dan premi asuransi pun belum dibayarkan oleh pihak Pemko Batam, artinya tidak ada konsekuensi hukum diantara kedua belah pihak. Belum lagi dengan periode polis yang hanya tersisa lima bulan yang menjadikan ketidakefisienan anggaran. Bayangkan, dengan mengeluarkan Rp 31,8 milyard, secara aktuaria sangat menguntungkan pihak asuransi karena periode pengcoveran hanya akan berjalan efektif selama lima bulan (di luar ketentuan lain dalam dokumen kontrak perjanjian pelaksanaan pekerjaan pengadaan asuransi kesehatan tersebut).


taken & adopted from pojokasuransi.com

Rabu, 06 Mei 2009

Mengenal Biaya Unit Link

Produk unit link sebagai bentuk gabungan antara asuransi dan investasi memiliki karakteristik yang berbeda dibanding produk asuransi tradisional. Untuk itu, sebelum berniat membeli polis unit link, cermatilah penawaran yang didapatkan dari marketer unit link yang dihadapi. Salah satu komponen penting yang perlu diteliti adalah biaya-biaya polis unit link.

Produk asuransi jiwa tradisional biasanya menyertakan biaya pengelolaan dari premi yang disetorkan. Besarnya tergantung pada masing-masing perusahaan asuransi yang umumnya berkisar 20% sampai 40% dari premi tahun pertama. Selain komponen ini biasanya tidak ada lagi biaya pengelolaan yang harus dibayar. Namun dalam produk unit link terdapat sejumlah biaya yang muncul selain biaya pengelolaan atau biaya akuisisi di tahun pertama. Biaya-biaya di luar biaya pengelolaan tersebut antara lain :


Biaya pengelolaan investasi, misalkan ditetapkan sebesar 2% per tahun. Biaya pengelolaan investasi ini berkaitan dengan manajer investasi yang mengelola porsi dana investasi para pemegang polis.

Biaya top-up yang ditetapkan besarnya sebesar persentase tertentu dari premi top-up, misalnya 3%.

Biaya penarikan dana investasi yang dibebankan setiap nasabah melakukan penarikan dana. Bisa ditetapkan berdasarkan persentase tertentu atau tarif flat.

Biaya pengalihan jenis investasi, diberlakukan apabila ingin mengubah jenis instrumen investasi yang ditawarkan. Penetapannya sama dengan di atas.

Biaya lain-lain, yaitu biaya yang berada di luar ketetapan perusahaan asuransi terutama terkait dengan transaksi dana investasi nasabah.


Setelah mengenal semua biaya-biaya yang harus tanggung maka dapat memutuskan apakah akan membeli produk unit link atau membeli instrumen investasi secara terpisah dari proteksi asuransi. Pembuatan keputusan akhir tentu saja tidak hanya bertumpu pada hitung-hitungan biaya seperti di atas, namun juga dari aspek lain.

Bisa saja dibeli produk asuransi tradisional tanpa unsur investasi guna mendapatkan nilai proteksi yang tinggi dan membeli produk investasi secara terpisah agar tercapai return yang maksimal serta penempatan dana yang fleksibel. Namun pada intinya, jika belum terbiasa menghadapi risiko berinvestasi di mana kinerjanya bisa naik dan bisa turun maka disarankan untuk menunda pembelian asuransi unit link Anda.

Jenis produk ini lebih cocok diperuntukkan bagi mereka yang secara finansial cukup siap menghadapi risiko investasi. Dan perlu diingat bahwa dalam setiap penawaran atau polis unit link selalu tercantum pasal yang menyatakan bahwa setiap risiko investasi akan ditanggung sepenuhnya oleh nasabah karena perusahaan asuransi tidak akan pernah menjamin kinerja investasi yang sebenarnya.


Senin, 30 Maret 2009

APA ITU PRE-EXISTING CONDITION ?

Pre-existing condition adalah penyakit yang telah ada pada diri peserta asuransi sebelum tanggal efektif kepesertaan yang memerlukan penanganan medis lanjutan dan atau keadaan penyakit yang secara medis akan muncul berulang berkaitan dengan penyakit terdahulu dan atau penyakit kronis, baik yang diturunkan ( hereditary ) atau didapat ( acquired ) dan atau penyakit yang telah ada, baik diketahui atau tidak oleh peserta. Penyakit atau kondisi tersebut tidak ditanggung pada 12 bulan pertama dari kepesertaan dan baru akan ditanggung pada tahun kedua kepesertaan kecuali bila telah diberlakukan secara khusus untuk dapat langsung dipertanggungkan. Jadi, dengan kata lain, pre-existing condition adalah resiko bawaan calon pemegang polis.

Penyakit-penyakit atau kondisi yang dikategorikan dalam Pre-Existing Condition di antaranya :

-batu dalam saluran kencing

-radang kandung empedu

-segala jenis tumor yang tidak termasuk dalam kategori karsinoma

-segala jenis hernia

-haemorrhoids/ambeien/wasir

-penyakit yang berhubungan dengan fungsi ginjal

-amandel yang memrlukan tindakan operasi

-kelaian/gangguan pada rongga hidung yang memerlukan tindakan operasi

-katarak/kekeruhan lensa

-penyakit darah tinggi, stroke, jantung dan atau pembuluh darah

-kerusakan lambung atau usus dua belas jari

-endometriosis ( penebalan lapisan rahim )

-asthma

-gout atau encok

-diabetes melitus ( kencing manis )

-tuberculosis

-kelainan kulit yang tidak memerlukan obat-obat antibiotik untuk pengobatannya.

taken & adopted from pojok asuransi

Minggu, 29 Maret 2009

APA ITU UNIT LINK INSURANCE ?

Unit link insurance pada dasarnya adalah suatu polis yang menggabungkan program proteksi, tabungan dan investasi dalam satu produk. Dengan demikian, nasabah asuransi akan memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri alokasi dana yang akan ditanamkan di investasi. Sementara di produk tradisional, nilai premi sudah dipatok oleh perusahaan asuransi, begitu juga jatuh tempo pembayarannya. Karena nilai investasinya ditentukan sendiri oleh nasabah, maka nilai polis dalam unit link tidak digaransi alias ditanggung sendiri oleh peserta.


Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Produk Unit Link


Ada beberapa pihak yang terlibat yaitu :

1. Perusahaan asuransi, yaitu perusahaan yang mengeluarkan produk unit link insurance.

2. Manajer investasi, yaitu pihak yang mengelola portofolio efek dari peserta unit link.

3. Bank kustodian, yaitu pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.


Pengertian Unit

Unit adalah satuan kepemilikan investasi termasuk pecahan di dalamnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dana investasi. Jumlah unit yang dialokasikan tergantung dari jumlah premi investasi yang dialokasikan dan nilai unit pada saat penempatan.


Biaya-Biaya

Biaya-biaya yang muncul dalam produk unit link insurance biasanya adalah sebagai berikut :

1. Biaya akuisisi tahun pertama

2. Biaya pengelolaan investasi

3. Biaya premi top up

4. Biaya penarikan dana

5. Biaya pengalihan jenis investasi

taken & adopted from pojok asuransi

Selasa, 10 Maret 2009

Jenis Produk Unit Link Berdasarkan Portofolio Investasi

Jika Anda mencoba mengikuti asuransi unit link yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa maka Anda mungkin akan ditawari beberapa alternatif produk unit link. Karena biasanya dalam satu perusahaan memiliki lebih dari satu produk maka diperlukan pedoman tentang produk mana yang sebaiknya kita pilih. Tulisan berikut akan menjelaskan jenis-jenis produk unit link berdasarkan porsi portofolio investasi, tingkat risiko dan potensi pengembalian hasil investasi.


Jenis-jenis unit link tersebut adalah sebagai berikut :


1. Cash Fund Unit Linked (Unit Link Pasar Uang)

Jenis unit link ini merupakan pilihan instrumen investasi yang paling aman di mana portofolio investasi akan ditempatkan 100% pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, sertifikat BI dan surat hutang jangka pendek. Rentang waktu investasinya jangka pendek dengan tingkat risiko paling rendah.


2. Fixed Income Unit Linked (Unit Link Pendapatan Tetap)

Jenis unit link ini cocok diambil oleh nasabah yang ingin mendapatkan keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten. Komposisi dana investasi akan difokuskan pada instrumen obligasi (sekurang-kurangnya 80%).


3. Managed Fund Unit Linked (Unit Link Dana Campuran)

Jenis unit link ini sesuai untuk para nasabah yang ingin memperoleh investasi yang memberikan pendapatan memadai sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengelolaan dana investasi akan difokuskan pada saham dan obligasi dengan komposisi tertentu sehingga dapat diperoleh tingkat return yang optimal. Tingkat pengembalian dapat berfluktuasi dari tahun ke tahun namun relatif lebih stabil dibandingkan unit link dana saham.


4. Equity Fund Unit Link (Unit Link Pasar Saham)

Jenis unit link ini paling sesuai untuk nasabah yang ingin mendapatkan pertumbuhan hasil investasi secara maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, dana investasi akan dikembangkan pada instrumen yang memiliki potensi pertumbuhan paling besar yaitu saham (sekurang-kurangnya 80%). Tingkat return atau pengembalian hasil investasi akan berubah dari tahun ke tahun dan berfluktuasi seiring dengan kondisi pasar saham.


Dari pembagian unit link di atas dapat disimpulkan bahwa urutan tingkat risiko dana investasi pada produk unit link berturut-turut dari paling rendah ke paling tinggi adalah Unit Link Pasar Uang ; Unit Link Pendapatan Tetap ; Unit Link Pendapatan Campuran ; Unit Link Dana Saham. Sedangkan potensi tingkat pengembalian hasil investasi akan berlaku sebaliknya. Dengan demikian, unit link dana saham merupakan jenis unit link yang memiliki tingkat pengembalian hasil investasi paling besar, sementara unit link pasar uang menjadi unit link dengan pendapatan paling kecil. Hal ini sejalan dengan prinsip investasi 'high risk high return' atau 'no pain no gain'.

Untuk memutuskan jenis produk unit link mana yang harus Anda ambil, tentu saja hal ini akan dikembalikan kepada tipe Anda selaku 'investor' apakah seorang 'risk taker investor', 'moderate investor' atau 'risk averse investor'. Jangan lupa pula tanyakan tentang syarat dan prosedur klaim, baik klaim untuk proteksi maupun klaim penarikan dana investasi. Jika semua informasi sudah Anda dapatkan, sekarang Anda siap untuk membeli unit link sesuai dengan kebutuhan dan profil Anda !


taken & adopted from pojok asuransi

Kamis, 05 Maret 2009

Cara Menghitung Kinerja Polis Asuransi Unit Link

Dengan mengesampingkan perhitungan manfaat meninggal dunia maupun rider lainnya pada produk asuransi unit link, kita bisa mengetahui kinerja dana investasi melalui perhitungan unit investasi yang kemudian dapat dibuat potensi return disetahunkan.

Berikut contoh ilustrasi produk asuransi unit link beserta cara menghitung unit kepesertaan dan return investasi yang diperoleh nasabah :


Nama : Rimanto Simanjuntak

Premi dasar : Rp 3.000.000 setahun.

Premi top-up : Rp 750.000 yang disetor di awal asuransi.

Catatan : dari premi dasar di atas, anggaplah premi untuk proteksi asuransi (meninggal atau manfaat tambahan) ditetapkan 10%.


Biaya-biaya yang ada di Unit Link :

Biaya akuisisi / pengelolaan : 40% dari premi tahun pertama.

Biaya polis : Rp 25.000

Biaya top-up : 3% premi top-up.


Asumsikan Nilai Aktiva Bersih (NAB)/unit di awal asuransi : Rp 1.010/unit.

Dan 60 hari setelah itu : Rp 1.037/unit.


Dengan demikian, jumlah unit investasi di awal asuransi Rimanto Simanjuntak adalah sebagai berikut :

Premi investasi adalah premi dasar tahunan dikurangi biaya polis, biaya proteksi asuransi dan biaya akuisisi/pengelolaan.

Premi investasi = 3.000.000 - (25.000 + 300.000 - 1.200.000)= 1.475.000

Jumlah unit adalah premi investasi/premi top-up dibagi NAB/unit.

Jumlah unit investasi = 1.475.000 : 1.010 = 1.460,396 unit.

Jumlah unit yang diperoleh oleh Rimanto adalah premi investasi dibagi NAB/unit di awal asuransi.

Premi top-up adalah premi top-up dikurangi biaya top-up.

Premi top-up = 750.000 - (3% dikali 750.000) = 750.000 - 22.500 = 727.500

Jumlah unit top-up = 727.500 : 1.010 = 720,297 unit.

Maka jumlah total dana investasi di awal asuransi adalah premi investasi sesudah dikurangi biaya-biaya, ditambah premi top-up. Dan jumlah unit investasi di awal asuransi adalah jumlah unit investasi ditambah jumlah unit top-up.

Jumlah total dana investasi di awal asuransi = 1.475.000 + 727.500 = 2.202.500

Jumlah total unit investasi = 1.460,396 + 720,297 = 2.180,693 unit.


Dari pergerakan indeks unit link yang bisa dilihat dari media cetak dan yang disediakan oleh perusahaan asuransi bersangkutan maupun internet, 60 hari kemudian sejak awal asuransi NAB/unit adalah Rp 1.037/unit atau mengalami pertumbuhan sebesar 2,67%. Dengan demikian, dana investasi Rimanto selama 60 hari menjadi 2.180,693 unit dikali Rp 1.037 atau sama dengan Rp 2.261.378,64.


Karena 2,67% itu pertumbuhan selama 60 hari atau kira-kira dua bulan, maka perkiraan pertumbuhan yang bisa diharapkan selama setahun bisa dihitung dengan cara :

Pertama : Jumlah bulan setahun dibagi dua bulan dikalikan pertumbuhan selama kira-kira dua bulan. (kira-kira)

Pertumbuhan setahun = 12 bulan : 2 bulan dikali 2,67% = 16,02%. (kira-kira)

Kedua : Jumlah hari setahun dibagi 60 hari dikalikan pertumbuhan selama 60 hari. (kira-kira)

Pertumbuhan setahun = 365 hari : 60 hari dikali 2,67% = 16,24%.(kira-kira)

Jadi pertumbuhan setahun berkisar di antara 16,02% ke 16,24%. (kira-kira)


Angka pertumbuhan inilah yang kemudian dapat dibandingkan dengan return yang diperoleh dari jenis instrumen investasi lainnya misalnya suku bunga deposito perbankan, meskipun tentu saja angka tersebut hanya merupakan expected return atau tingkat pengembalian yang diharapkan selama 1 tahun dengan asumsi terdapat kenaikan NAB yang stabil sebesar 2,67% setiap dua bulan.Dalam kenyataan, tingkat NAB tersebut dapat mengalami kenaikan atau penurunan sesuai dengan hasil kinerja portofolio investasi unit link yang bersangkutan.

Adopted from Pojok Asuransi